Wira dan Gizi Buruk di Kecamatan Tenjo

Wira dan Gizi Buruk di Kecamatan Tenjo-Sangat memilikan ketika saya melihat photo-photo bocah bernama Wira, yang tak lain penderita gizi buruk di Kp. Leweung Gede, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Bogor Barat. Saya mendapati berita tentang Wira dari media online, detik.com, kompasiana, dan dompetdhuafa.org tepat setelah beberapa bulan berita tersebut booming di internet dan media masa lainnya.

Wira, bocah 11 tahun dari pasangan Bapak Rohman (37) dan Enung (25) pada April 2013 lalu ditemukan oleh  yayasan Zakat Dompet Dhuafa, kemudian dirawat di Rumah Sakit Dompet Dhuafa dan sekitar Juni bocah kondisinya mulai membaik.

Ada satu pertanyaan, apakah cuma Wira yang menderita gizi buruk di wilayah Kecamatan Tenjo? Wira hanya satu nama yang muncul kepermukaan lantaran ditemukan oleh yayasan DD yang kemudian diekspos ke media masa. Kalau saja bocah tersebut tidak ditemukan oleh yayasan DD, apakah kasus gizi buruk akan menjadi perhatian dinas kesehatan di Kecamatan Tenjo?

Bukan cuma itu, edukasi dan sosialisasi bahaya gizi buruk pun selayaknya menjadi pekerjaan yang mesti terus menerus dilakukan kepada masyarakat di wilayah-wilayah terpencil di kecamatan Tenjo, jangan sampai ada Wira-Wira berikutnya....

Kondisi Wira sebelum dirawat april yang lalu. Photo pinjem dari kompasiana
Wira ketika dirawat. Photo pinjem dari Detik.Com
Rumah keluarga Wira. Photo pinjem dari kompasiana
Kondisi Wira saat ini setelah di rawat di rumah sakit DD. photo pinjem dari kompasiana

Share:

Aksi Layanan Sehat Dompet Dhuafa di Desa Tenjo

Aksi Layanan Sehat Dompet Dhuafa di Desa Tenjo- 23 juni 2013 lalu ternyata di Kp. Leweung Gede, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo ada kegiatan amal yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Saya sebagai orang Tenjo tahu kegiatan tersebut malah dari internet. Kemana aja saya ya? Tapi sudahlah yang penting kegiatan tersbut pastinya sangat bermanfaat bagi masyarakat Kp. Keweung Gede khususnya.
Gambar milik Dompet Dhuafa
Sedikit tentang Kampung Leweung Gede
Saya sendiri sebenarnya lahir dan besar di kampung tersebut, tapi sekitar tahun 90-an (kalu gak salah) ada semacam pemekaran kampung waktu itu mendiang Abah KH.TB.Enjang Ijudin, pimpinan YPI Bani Harun menamai kampung-kampung tersebut, dan tempat tinggal saya waktu itu diberi nama Kp. Sukamaju yang sebelumnya bernama Kp. Cimancos. Dan banyak lagi ada Sukabaru, Sukahegar ..... jadi Kp.

Leweung Gede itu sebenarnya nama kampung purba, dan didalam kampung Leweung Gede tersebut sekarang terdiri dari beberapa kampung lagi seperti kampung sukabaru, sukahegar, sukamaju. Kenapa disebut kampung Leweung Gede? Leweung dalam bahasa sunda artinya hutan, Gede artinya besar jadi kalau diterjemahkan bebas dalam bahasa Indonesia artinya hutan besar. Memang, konon katanya kampung Leweung Gede itu kampung yang lebat dengan hutan-hutannya. Kalau sekarang sudah berkurang, jumlah penduduk yang semakin membludak membuat hutan-hutan tersebut mulai ditempati.

Repost dari web dompetdhuafa.org:
ALS gratis bertajuk “Masyarakat Sehat, Desa Berdaya” ini kerjasama Dompet Dhuafa dengan Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI).  Selama ALS berlangsung Dompet Dhuafa menerjunkan Tim Medis dari LKC Dompet Dhuafa yang dibantu oleh tenaga medis Puskesmas Tenjo.

Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi mengungkapkan, layanan kesehatan gratis ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memperbaiki tingkat kualitas kesehatan warga Desa Tenjo.
“Ini baru langkah awal, selanjutnya akan dilakukan kegiatan yang lebih komperehensif, misalnya pemberdayaan ekonomi, pendidikan juga kesehatan.” ujar Parni Hadi.

Sedangkan tindak lanjut berikutnya, imbuh Parni, adalah mengenai ekonomi dan pendidikan untuk lebih meningkatkan lagi sumber daya manusia Desa Tenjo itu sendiri. Ia juga mengatakan, nantinya akan dibuka gerai sehat di Desa Tenjo sebagai upaya tindak lanjut dari ALS sehingga warga masih bisa berobat secara gratis serta lebih dekat.

Dalam kesempatan yang sama, Parni Hadi menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah Wira yang tidak jauh dari lokasi ALS. Wira merupakan pasien penderita gizi buruk yang sudah sembuh usai mendapatkan perawatan di  RS Sumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa.

Diadakannya ALS di Desa TEnjo, Sekretaris Desa Tenjo Faisal mengungkapkan ucapaan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ALS di wilayahnya. Selain ia juga berharap agar kegiatan ALS dapat terus berlanjut dan tidak hanya diselengarakan saat itu saja.
sumber: Dompet dhuafa
Url: http://www.dompetdhuafa.org/
Share:

Beginilah Kalau Lagi Ada Kereta Silang di Stasiun Tenjo

Beginilah Kalau Lagi Ada Kereta Silang di Stasiun Tenjo-Kemarin sore, saya bersama istri dan anak boncengan naik scooter beat baru pulang dari rumah ibu saya di kp. Sukamaju yang kalau dihitung jaraknya gak lebih dari 1 kiloan. Tapi saya harus menempuhnya hampir satu jam perjalanan, lucu kan?
Lihat tuh, macet kan? daripada kesel nunggu macet saya photo aja heheh..

Sebenarnya kalau perjalanan normal paling 10 menit juga sampai, tapi karean macet di stasiun lantaran ada kereta silang yang mengharuskan saya dan pengendara yang lainnya nunggu hingga 30 menitan, belum lagi ketika kereta sudah lewat dan pintu perlintasan dibuka pasti macet banget, para pengendara yang sudah kadung kesel nunggu kereta langsung menyerbu dari dua arah jadinya macet banget.

Untungnya kadang ada si "Ableh" yang rajin mengatur kendaraan, bocah sedikit "gokil" ini berdiri kayak polantas saja di tengah rel sambil mulutnya treak-treak mengatur laulintas kendaraan dari dua arah berlawanan tersebut. Kok si Ableh sih? Emang gak ada PKD di stasiun Tenjo ya? Kayaknya banyak tuh PKD, bahkan kadang saya lihat Polisi dan Tentara malah mejeng di sana. Mungkin bukan tugasnya kali ya mengatur lalu lintas?
Share:

Dokter Praktik di Wilyah Tenjo

Tempat Praktik dr.Wisnu

Dokter Praktik di Wilyah Tenjo-Kehadiran dokter-dokter praktik di wilayah Tenjo masih terbilang sangat minim, dan masih hitungan jari. Disekitar stasiun Tenjo saja hanya ada satu dokter praktik, yaitu dr.Wisnu yang berlokasi di jalan raya tenjo-jasinga, tepatnya di depan Indomaret.

Selain itu masih ada satu lagi dokter praktik, yaitu dr. Fritz yang beralamat di Tegal Pondoh. Nah dua dokter inilah yang setiap hari membantu melayani warga masyarakat wilayah Tenjo dalam bidang kesehatan selain di PUSKESMAS.

Tenjo memang memiliki layanan PUSKESMAS yang cukup, tetapi kehadiran dokter-dokter praktik sangat mebantu masyarakat terutama mereka yang ingin mendapatkan pelayanan profesional. Soal biaya pengobatan, sudah jelas berbeda jauh denga di PUSKESMAS tetapi pelayanan yan baik dan dirasa cocok tentu semua itu bukanlah masalah bagi masyarakat yang mencari kesembuhan penyakitnya.

Saya sendiri lebih sering pergi ke dokter Wisnu daripad ke PUSKESMAS, bukan apa-apa karena saya kerja dan pulangnya sore, jadi pergi ke dokter sekitar sore atau malam tentunya lebih nyaman ketimbang pergi ke PUSKESMAS.

Bagi pendatang yang baru tinggal di Wilayah Tenjo yang belum tahu alamat dokter praktik, bisa menemui meraka di:

dr. Wisnu
Alamat praktik: Jl. Raya Tenjo-Jasinga. Tepatnya di depan Indomaret, belakang Photocopy. Buka dari jam 07.00-19.00, kecuali minggu libur.

dr. Fritz
Alamat praktik: Jl. Raya Tenjo-Tigaraksa, Kp. Tegal Pondoh. Jam praktik setiap hari.



Share:

Mobil Google Street View Masuk Tenjo

Mobil Google Street View Masuk Tenjo-Kemarin sore (26/9/2013) pas pulang kerja, di jalan raya tenjo tegal pondoh saya melihat sedan putih dan diatasnya ada benda aneh seperti robot. Dan ketika sudah dekat saya melihat tulisan Google Map. Ternyata itu mobil operasional Google, atau biasa disebut mobil google street view, mungkin lagi membuat peta baru wilayah Bogor Barat.

Mobil Google Street View. Photo milik endthelie.com
Menurut informasi temen-temen blogger sih Google Street View hadir di Indonesia tahun 2010, tepatnya Mobil-mobil tersebut dilengkapi dengan kamera untuk pengambilan data photo. Photo yang diambil oleh para petugas Google tersebut berbentuk photo panorama dengan pemandangan 3600
 
Saya ketawa melihat sedan tersebut yang berjalan pelan diantara ranjau-ranjau jalan raya tenjo yang bikin sakit perut tersebut. Saya yakin kalau tau jalan raya tenjo seperti itu orang-orang Google itu mikir seribu kali untuk menggunakan sedan sebagai kendaraan operasional ke wilayah Bogor Barat, wilayah Tenjo khususnya.

Mudah-mudahan dengan masuknya  mobil google map street view tersebut, jalan raya tenjo bisa terlihat di pencarian google, sehingga para pejabat di kabupaten sana bisa menyaksikan jalan raya tenjo yang seperti sekarang ini. Lalu?

Lalu, ya mudah-mudahan segera Dinas terkait bisa segera mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki kondisi jalan raya tenjo - tigaraksa tersebut.

"ingat loh, semakin lama dibiarkan maka akan semakin parah kerusakannya. Dan itu sama dengan semakin besar pula ongkos yang harus dikeluarkan buat memperbaikinya."
Share:

Jalan Raya Tenjo-Tegal Pondoh Rusak, Tapi Dibiarkan Saja...

Kalau anda pernah melewati jalan raya tenjo menuju stasiun tenjo, tepatnya di sekitar jalan tegal pondoh saat ini pasti akan menemukan jalan yang rusak parah seperti empang tempat mandi kebo. Jalan yang rusak tersebut sudah lama sekali tapi belum juga ada perhatian dari pemerintah kabupaten. Padahal kalau jalan yang menghubungkan bogor barat dan tangerang ini sangat vital, dan boleh dibilang jalur hidup antar provinsi.
Photo kekecewaan warga dengan kondisi jalan raya tenjo-tegal pondoh dari antaraphoto
Entah belum ada anggaran untuk perbaikan jalan tersebu tahun ini, entah baru direncanakan tetapi nyatanya jalan tersebut harus segera diperbaiki.

Sebelum lebaran, saya pernah mendengar bahwa jalan tersebut akan dibangun nanti pasca lebaran kemarin. Tapi nyatanya sampai sekarang masih seperti itu, rusak dan membahayakan pengendara. Padahal waktu kampanye orang nomor satu dikabupaten bogor pada saat kampanye pilbup kemarin rasanya mereka melewati jalan tersebut, bahkan mulai dari jalan raya batok, tapi sepertinya belum ada "hawa" mau diperbaiki.

Buat pemerintah kabupaten, ayo dong sekali-kali jalan dan nikmati kondisi jalan raya tenjo-tegal pondoh tersebut biara merasakan sensasinya (hehehe). Maksudnya kalau sudah melihat, ya kepikiran mau diperbaiki gitu...
Share:

Kondisi Jalan di Terminal Tenjo Memprihatinkan Bossss

Kalau mau dibilang memprihatinkan mungkin terlalu leb@y alias berlebihan, tapi memang begitu adanya. Inilah ungkapan paling sederhana ketika melihat kondisi jalan raya Tenjo yang berada dibelakang stasiun Tenjo, alias tempat mangkal angkot, atau bisa disebut terminalnya Tenjo. Jalannya bolong-bolong, dan kalau habis hujan pasti digenangi air karena gotnya mampet.

Jalan bolong-bolong dibelakang stasiun Tenjo yang juga terminal Tenjo. Macet ketika ada persilangan kereta
Nah ini bagian dari pekerjaan rumah para pemimpin daerah di Kecamatan Tenjo, sebab lokasi yang saya maksud adalah lokasi vital khususnya bagi moda transportasi warga di wilayah Tenjo.

Dan pekerjaan rumah sebenarnya adalah bagaimana membenahi lokasi yang biasa dijadikan terminal Tenjo. Terminal seharunya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, sebab melalui terminal itulah awal laju ekonomi warga dimulai.

Pembenahan Terminal Tenjo
Sudah lama sekali kondisi terminal Tenjo seperti ini, tidak ada perubahan yang signifikan padahal sudah beberapa kali pergantian pimpinan pemerintahan kecamatan Tenjo, dan pimpinan Desa Tenjo. Padahal seperti terminal Tenjo memegang peranan penting terhadap moda transportasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Tenjo.

Pembenahan Terminal Tenjo memang akan membutuhkan banyak anggaran biaya, tetapi membiarkan terminal terus menerus seperti itu malah akan menghambat pembangunan wilayah Tenjo.

Untuk itu mencari solusi terbaik adalah tugas pemerintah daerah, merembukan strategi pembenahan, pencaria biaya, dan solusi-solusi lainnya tentunya akan ditunggu masyarakat dan jika pembenahan dilakukan maka ini membuktikan bahwa pemerintahan daerah sudah bekerja dengan baik. Semoga!



Share: