Siang tadi kira-kira jam setengah tigaan, saya bersama istri terjebak macet (lagi) di pintu perlintasan kereta api stasiun Tenjo. Padahal suasanannya lagi rintik-rintik hujan. Sebenarnya kejadian seperti ini sudah biasa saya dan para pengguna jalan raya tenjo mengalaminya. Tapi kadang terasa sangat menyebalkan kalau menunggunya kelamaan. Sebab silang kereta di stasiun tenjo bisa dua sampa tiga kali persilangan, dan itu menghabiskan waktu kurang lebih satu jaman. Lumayan kan pegalnya? Apalagi kalau cuacanya panas banget, atau sebaliknya lagi hujan, terasa sangat -dan lebih sangat lagi- menderitanya.
Lihat tuh, kudu ngantri berjam-jam sambil disiram gerimis.....
Akhirnya KRL itu ngalah mundur, dan pengendara pun langsung ambrul ke jalan. Mana air got WC stasiun sampai bikin danau di depan pintu rel seperti itu....
Lihat tuh, kudu ngantri berjam-jam sambil disiram gerimis.....
Akhirnya KRL itu ngalah mundur, dan pengendara pun langsung ambrul ke jalan. Mana air got WC stasiun sampai bikin danau di depan pintu rel seperti itu....
Jangan khawatir anda tersesat, sebab jarak jalan alternatif tersebut tidak terlalu jauh dan tidak berbelok-belok. Dan percayalah ini bukan tanjakan Gadog menuju puncak, dimana ada banyak orang yang baik hati memberi tahu jalan alternatif tetapi ujungnya minta imbalan parkir, disini mamang-mamang tukang ojeknya baik-baik dan tidak matre.


Itulah 12 titik hati-hati di sepanjang jalan raya Tenjo. Jika anda melintasi jalan raya Tenjo maka usahakan tetap memacu kendaraan dengan kecepatan sedang, tidak dalam kondisi mengantuk, atau kecapean, karena medannya lumayan berbahaya. Tetap konsentrasi, dan jangan lupa selalu berdo'a.