Mobil Google Street View Masuk Tenjo

Mobil Google Street View Masuk Tenjo-Kemarin sore (26/9/2013) pas pulang kerja, di jalan raya tenjo tegal pondoh saya melihat sedan putih dan diatasnya ada benda aneh seperti robot. Dan ketika sudah dekat saya melihat tulisan Google Map. Ternyata itu mobil operasional Google, atau biasa disebut mobil google street view, mungkin lagi membuat peta baru wilayah Bogor Barat.

Mobil Google Street View. Photo milik endthelie.com
Menurut informasi temen-temen blogger sih Google Street View hadir di Indonesia tahun 2010, tepatnya Mobil-mobil tersebut dilengkapi dengan kamera untuk pengambilan data photo. Photo yang diambil oleh para petugas Google tersebut berbentuk photo panorama dengan pemandangan 3600
 
Saya ketawa melihat sedan tersebut yang berjalan pelan diantara ranjau-ranjau jalan raya tenjo yang bikin sakit perut tersebut. Saya yakin kalau tau jalan raya tenjo seperti itu orang-orang Google itu mikir seribu kali untuk menggunakan sedan sebagai kendaraan operasional ke wilayah Bogor Barat, wilayah Tenjo khususnya.

Mudah-mudahan dengan masuknya  mobil google map street view tersebut, jalan raya tenjo bisa terlihat di pencarian google, sehingga para pejabat di kabupaten sana bisa menyaksikan jalan raya tenjo yang seperti sekarang ini. Lalu?

Lalu, ya mudah-mudahan segera Dinas terkait bisa segera mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki kondisi jalan raya tenjo - tigaraksa tersebut.

"ingat loh, semakin lama dibiarkan maka akan semakin parah kerusakannya. Dan itu sama dengan semakin besar pula ongkos yang harus dikeluarkan buat memperbaikinya."
Share:

Jalan Raya Tenjo-Tegal Pondoh Rusak, Tapi Dibiarkan Saja...

Kalau anda pernah melewati jalan raya tenjo menuju stasiun tenjo, tepatnya di sekitar jalan tegal pondoh saat ini pasti akan menemukan jalan yang rusak parah seperti empang tempat mandi kebo. Jalan yang rusak tersebut sudah lama sekali tapi belum juga ada perhatian dari pemerintah kabupaten. Padahal kalau jalan yang menghubungkan bogor barat dan tangerang ini sangat vital, dan boleh dibilang jalur hidup antar provinsi.
Photo kekecewaan warga dengan kondisi jalan raya tenjo-tegal pondoh dari antaraphoto
Entah belum ada anggaran untuk perbaikan jalan tersebu tahun ini, entah baru direncanakan tetapi nyatanya jalan tersebut harus segera diperbaiki.

Sebelum lebaran, saya pernah mendengar bahwa jalan tersebut akan dibangun nanti pasca lebaran kemarin. Tapi nyatanya sampai sekarang masih seperti itu, rusak dan membahayakan pengendara. Padahal waktu kampanye orang nomor satu dikabupaten bogor pada saat kampanye pilbup kemarin rasanya mereka melewati jalan tersebut, bahkan mulai dari jalan raya batok, tapi sepertinya belum ada "hawa" mau diperbaiki.

Buat pemerintah kabupaten, ayo dong sekali-kali jalan dan nikmati kondisi jalan raya tenjo-tegal pondoh tersebut biara merasakan sensasinya (hehehe). Maksudnya kalau sudah melihat, ya kepikiran mau diperbaiki gitu...
Share:

Kondisi Jalan di Terminal Tenjo Memprihatinkan Bossss

Kalau mau dibilang memprihatinkan mungkin terlalu leb@y alias berlebihan, tapi memang begitu adanya. Inilah ungkapan paling sederhana ketika melihat kondisi jalan raya Tenjo yang berada dibelakang stasiun Tenjo, alias tempat mangkal angkot, atau bisa disebut terminalnya Tenjo. Jalannya bolong-bolong, dan kalau habis hujan pasti digenangi air karena gotnya mampet.

Jalan bolong-bolong dibelakang stasiun Tenjo yang juga terminal Tenjo. Macet ketika ada persilangan kereta
Nah ini bagian dari pekerjaan rumah para pemimpin daerah di Kecamatan Tenjo, sebab lokasi yang saya maksud adalah lokasi vital khususnya bagi moda transportasi warga di wilayah Tenjo.

Dan pekerjaan rumah sebenarnya adalah bagaimana membenahi lokasi yang biasa dijadikan terminal Tenjo. Terminal seharunya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, sebab melalui terminal itulah awal laju ekonomi warga dimulai.

Pembenahan Terminal Tenjo
Sudah lama sekali kondisi terminal Tenjo seperti ini, tidak ada perubahan yang signifikan padahal sudah beberapa kali pergantian pimpinan pemerintahan kecamatan Tenjo, dan pimpinan Desa Tenjo. Padahal seperti terminal Tenjo memegang peranan penting terhadap moda transportasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Tenjo.

Pembenahan Terminal Tenjo memang akan membutuhkan banyak anggaran biaya, tetapi membiarkan terminal terus menerus seperti itu malah akan menghambat pembangunan wilayah Tenjo.

Untuk itu mencari solusi terbaik adalah tugas pemerintah daerah, merembukan strategi pembenahan, pencaria biaya, dan solusi-solusi lainnya tentunya akan ditunggu masyarakat dan jika pembenahan dilakukan maka ini membuktikan bahwa pemerintahan daerah sudah bekerja dengan baik. Semoga!



Share:

Tenjo Butuh Terminal

Tenjo Butuh Terminal| Tepatnya dibelakang stasiun Tenjo adalah tempat mangkalnya kendaraan-kendaraan umum (baca: angkot) baik yang berplat kuning maupun hitam. Dan ditambah dengan pangkalan ojek. Ada pemandangan yang kurang cantik ketika melihat jejeran angkot disana sini. Biasanya angkot-angkot tersebut mangkal dan membuat antrian panjang dari mulai belakang stasiun sampai depan Indomaret, karuan kondisi seperti itu membuat jalan raya menjadi sempit. Belum lagi ketika ada tronton atau KJU lewat yang semakin membuat macet.

Melihat kondisi seperti itu rasanya Tenjo layak untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah untuk dibuatkan terminal yang memadai, mengingat Tenjo merupakan jalur transit antar moda transportasi (kereta api, dan angkutan antar provinsi).

Dan karena Tenjo letaknya berbatasan dengan Kab. Tangerang, maka untuk prospek kedepannya Tenjo akan menjadi pintu gerbang menuju Kabupaten Bogor Barat, karena opsi untuk pemekaran Kabupaten Bogor Barat sudah ketuk palu.

Angkutan umum antar provinsi, Bulan Jaya dan KJU di Terminal Tenjo
  
Karena tidak ada lahan utuk parkir, KJU ini memilih parkir di tanah kosong depan Stasiun Tenjo

Baca permasalahan lainnya:
Tronton Dibiarkan Bebas Melintas Jalan Raya Tenjo
Antrian Tronton di Jalan Raya Tenjo, Mengkhawatirkan
Pintu Perlintasa Kereta Api Stasiun Tenjo Memang Bikin Macet?

Share:

Memang boleh kampanye di Majlis?

Tadi siang (25/8/2013, 14.05) saya dari parungpanjang karena ada urusan dengan teman saya yang minta diajarin bikin blog pribadi. Karena tadi cuacanya cukup panas saya memilih pulang lewat salimah, saya pikir lebih adem karena jalur tersebut banyak pohon ketimbang lewat jalur korelet. Sesampainya di Sukasirna saya kaget dengan antrian kendaraan yang cukup panjang, ada apa ini? Ternyata ada kampanye Pilbup. Tepatnya di Majlis komplek pesantren Sukasirna, karuan saja kendaraan yang digunakan untuk kampanye yan diparkir dipinggir jalan membuat tersendat lalulintas hari itu.

Sebenarnya saya kesel sama petugas, dari mulai polisi, DLLAJ, dan orang-orang berseragam ala militer lainnya yang numplek di jalan, yang saya pikir mereka tugasnya membuat lancar jalan. Tapi kenyataanya jalan tetep macet, dan ini mengganggu pengendara lainnya yang tidak memiliki kepentingan dengan kampanye tersebut.

Satu pertanyaan lagi dihati saya, memang boleh ya kampanye di majlis? Pasti boleh sih asal ada M.o.U kali. Tapi sudahlah apa urusan saya, mau kampanye di majlis, di masjid atau dimana kek itu urusan orang-orang yang kampanye tersebut. Urusan saya siang tadi cuma ingin jalan tetep lancar.
Share:

Antrian Tronton di Jalan Raya Tenjo, Mengkhawatirkan!

Antrian Tronton di Jalan Raya Tenjo, Mengkhawatirkan!| Sore tadi (sabtu 24-08-2013, 17:45) saya menemukan pemandangan yang menarik (padahal sangat tidak menarik sama sekali) di pintu perlintasan stasiun Tenjo sampai ke Kp. Blok Jambu. Pemandangan tersebut tak lain adalah antrian kendaraan yang berjejer layaknya antrian kendaraan di pintu masuk tol jago rawi kalau lagi hari libur. Ini sebenarnya pemandangan biasa ketika ada kereta masuk stasiun Tenjo akan menyebabkan kemacetan, cuma kendaraan yang mengatri saat itu terlihat menyeramkan lantaran yang berjejer adalah turk-truk besar (baca: tronton).

Antrian Tronton di Jalan raya Tenjo sudah tidak malu-malu lagi. Coba perhatikan, kendaraan beroda 12 itu memakai lebih dari setengah bahu jalan dan menyisakan kekhawatiran bagi pengguna jalan lainnya!
Keberadaan kendaraan roda 12 ini memang mulai terlihat beberapa bulan sebelum lebaran kemarin, cuma intensitasnya masih sedikit. Berbeda dengan saat ini, intensitas kendaraan tersebut sudah sangat meresahkan. Mereka kerap melintas secara kompoi 5 sampai 10 kendaraan, tentu kedaan seperti ini sangat merugikan pengendara lain, dan lebih dari itu adalah mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.


Intensitas lalu lalang Tronton semakin banyak dan seenaknya, karena belum adanya aturan yang ditetapkan oleh pihak terkait. Kondisi ini sangat merugikan dan mengkhawatirkan keselamatan pengendara lainnya.
Seperti di Jalan Parungpanjang saja
Melihat intensitas kendaraan truk besar yang melintas di jalan raya Tenjo saat ini, tak ubahnya kondisi di jalan raya Parungpanjang-Sudamanik. Walaupun volume kendaraan mungkin tidak sebanyak disana, tapi melihat intensitas saya rasa berbanding dengan volume kendaraan di jalan raya Parungpanjang.

Dan ini mungkin lebih buruk lagi, sebab jika di jalan raya Parungpanjang kendaraan Tronton dan truk besar lainnya tidak akan terlihat dipagi hari sampai puluk 7.30 karena dibawah jam tersebut mereka tidak diperbolehkan melintas sesuai aturan yang diterbitkan aparat terkait. Berbeda dengan di jalan raya Tenjo yang belum memiliki aturan kapan tornoton tersebut boleh melintas, kapan tidak boleh melintas.

Baca posting terkait lainnya:
Pintu Rel Kereta Api Stasiun Tenjo Bikin Macet
Tronton Bebas Melintas, Siap-Siap Tenjo Jadi Parungpanjang Kedua
Tronton Masuk Tenjo Pemerintah Kabupaten Diam Saja...
Tronton Nyungsep di Jalan Raya Tenjo
Lebih dari 50 Unit Tronton Melintas Setiap Hari di Jalan Raya Tenjo
Tronton Dibiarkan Bebas Melintas Jalan Raya Tenjo 



Share:

Potret Stasiun Tenjo

Senin sore 19 Agustus, sambil menunggu istri ngantri pesanan soto ayam di tempat jualan soto ayam pavorite saya yang dibelakang stasiun Tenjo, iseng-iseng saya memotret langit dan stasiun. Lumayan ada view yang menarik.






Photo saya ambil menggunakan kamera photo keluaran pabrikan china (Nexian Nidji), dengan resolusi seadanya dan tanpa dukungan olah gambar tetap menghasilkan gambar yang menarik. Photo saya ambil di dekat pintu perlintasan kereta api...
Share: